Studio Press

Just another Blogger Blog

ad

Untunglah...

Ya.. untunglah... dulu aku ga berada di padang saat dapet buku hasil nulis lomba kasih sayang yg di adakan loenpia.net. Coz disana, perayaan valentine kemaren itu di bubarkan secara paksa oleh sebuah ormas. Perayaan Valentine Haram! Bagaimana pendapat kamu? Merayakan valentine dengan seseorang yang kamu kasihi adalah haram? Bahkan di kompas.com, ketua fatwa MUI mengatakan bahwa Valentine haram karena sering digunakan untuk pesta dan mabuk mabukan. Hmmmm.... bunga, coklat, boneka beruang yang sering dijadikan hadiah sewaktu valentine dianggap sekelas minuman khas semarang "Cong Yang X 125R" :P yang memabukan? terserah lah... valentine tidak melakukan bakar-bakaran, memukuli orang dan mabok???? terserah orang kalo mau mabok2an... kapanpun juga bisa mabok2an kalo udah bakat alam. hapiie val's day all..I love u en GBU.

Mengejar bidadari

Sudah 20 menit lebih aku duduk disini. Di kursi paling belakang, sebelah kiri pintu masuk utama rumah ibadah yang megah ini. Aku menyesal ditugaskan di tempat ini, sedang saudara-saudaraku lebih beruntung di tugaskan di rumah ibadah yang lain. Aku menyesal karena di tempat ini ibadah dilakukan 30 menit lebih awal, sehingga aku harus menunggu saudara-saudaraku masuk ke rumah-rumah ibadah itu, yang kemudian kami akan melakukan sesuatu yang diperintah guruku disaat yang tepat secara serentak.

Agar tidak mencurigakan, aku memang mengikuti apa yang mereka lakukan disini. Ikut bangkit berdiri saat semua bangkit berdiri, ikut duduk saat semua duduk kembali, ikut bertepuk tangan walau tidak sambil ikut bernyanyi saat mereka menyanyikan sesuatu penuh suka cita sambil bertepuk tangan bersama-sama. Semua ini membuatku merasa waktu semakin berhenti berjalan, harus berapa lama lagi aku menunggu ibadah di tempat lain dimulai, dan aku bisa mengakhiri ini semua.

Dadaku terasa sesak, seharusnya ini bisa berjalan sangat mudah. Aku hanya perlu berjalan ke tengah diwaktu yang tepat, dan mengeluarkan "racun" yang ada di dalam jaketku ini sehingga orang yang ada didalam ruangan ini akan berubah menjadi abu, daging mereka terbakar. Aku pun akan mati, tapi tidak ada perih yang ku dapat, aku akan mati dengan cepat dengan melihat ukuran "racun" yang begitu besar ini. Dan yang paling penting, inilah yang diajarkan guruku, aku mati sebagaimana seorang pejuang. Apakah aku harus melakukan sekarang saja? Agar penantian ini segera berakhir? Tidak! Aku tidak mau apa yang dilakukan saudara-saudaraku ditempat lain menjadi berantakan, aku harus menunggu sebentar lagi.

Aku semakin sesak pada saat penantian ini, waktu yang berjalan lambat memaksaku untuk berpikir: benarkah yang aku lakukan sekarang? Demi penguasa langit dan bumi.... aku belum pernah berpikir seperti ini sebelumnya, karena aku yakin apa yang aku lakukan. Seperti apa yang memang sudah tertulis, seperti apa yang sudah diajarkan guruku, bahwa mereka semua layak pergi dari dunia ini. Semua yang berbeda dari yang seharusnya harus disingkirkan. Oh... iblis pasti memenuhi ruangan ini, tidak seharusnya aku ragu apa yang akan aku lakukan. Ya... pasti iblis diruangan ini yang mempengaruhiku.

Tetapi, kumpulan wanita lanjut usia yang duduk dibarisan paling depan itu mengingatkanku kepada ibu. Apakah mereka juga layak mendapatkan hal ini? Mereka seperti ibu, mereka pasti sangat lembut. Itu yang membuatku menulis surat terakhir kepada ibu sebelum aku berangkat ketempat ini. Aku tidak mau ibu sedih, aku mau dia berbangga hati mempunyai anak seorang pejuang. Aku tulis kepadanya, bahwa aku akan bertemu bidadari, jadi ibu tidak pelu bersedih. Aku harus menguatkan hatiku. Aku harus tetap melakukan ini agar aku bisa bersama bidadari bidadari di taman yang kekal.

Cepatlah waktu berjalan, aku tak tahan menahan sesak didada seperti ini. Aku menjadi semakin ragu. Benarkah mereka layak mati? bahkan tidak sekalipun terlihat mereka memusuhi kaumku. Mereka mendengarkan sesuatu tentang kasih, berdoa untuk orang yang menyakiti mereka. Lalu apa salah mereka? Tidak ada sama sekali nilai berperang dijalan tuhan dengan apa yang aku lakukan sekarang. Mereka bukan musuh, mereka hanya berbeda. Apa yang harus aku lakukan?

Maukah kalian menundukan kepala untuk ku? Tolong berdoa lah agar orang seperti aku berhenti untuk membunuh. Cinta kasih berhak didapatkan semua manusia. Setiap doa dari kalian sangat berarti bagi kita semua. Agar kami sadar, bahwa membunuh hanya akan menimbulakan pembunuhan pembunuhan berikutnya. Saat semua orang sangat menyayangi, dunia akan semakin indah. Lebih indah dari bidadari bidadari di kayangan.

Ditujukan untuk: Pelaku bom Natal, bom Bali I & II, bom pakistan, semua pelaku bom bunuh diri dan semua orang yang berencana melakukan bom bunuh diri.
Note: Mohon maaf, tulisan saya ini tidak mengandung SARA sama sekali. Apabila ada kata yang salah, saya mohon maaf sedalam-dalamnya.

Pedagang bolang baling

Sekarang udah bulan puasa lagi. Ga kerasa udah setahun sejak aku menghabiskan bulan puasa tahun lalu di surabaya dan jakarta. Emang sih aku ga puasa, tp bulan puasa sering membuat kita ga sabar untuk menyongsong cuti bersama yang begitu indah hehehe.

Dulu.. waktu aku masih kecil, setiap orang-orang bangun untuk sahur, aku juga sering bangun. Bukan untuk sahur, tapi untuk mengunggu tukang bolang-baling lewat. Ya... bolang baling yang biasa kita jumpai siang hari itu dijual dini hari oleh penjualnya. Namanya juga anak2, aku seneng aja bisa bangun pagi, beli bolang baling trus jalan-jalan ama temen2 setelah mereka subuhan.

Kemarin malem, aku kembali ingat masa-masa itu. Saat aku membaca buku, jam masih menunjukan jam 23.50, aku mendengar suara orang teriang "bolang.... baling....... bolang baling....." dan sewaktu suara itu mendekat, terdengar suara krengket-krengket sepeda yang diayuh. Wah.. ada tukang bolang baling lewat.

Perasaan yang ada sewaktu kecil tidak muncul kemarin itu. Kalo biasanya aku seneng sekali tukang bolang balingnya lewat, justru aku merasa mak deg.... kasihan sekali. Jam segini mereka keliling menjajakan makanan yang mungkin bagi orang dewasa bukan menu yang tepat untuk disantap tengah malam gitu (ya emang semua ga enak dimakan tengah malam gitu sih, kecuali emang lagi ronda di warnet :P ). Tapi ya gimana lagi, namanya juga cari duit, kalo mereka ga dangang juga ga bisa makan. Jualan siang hari juga ga laku karena bolang baling yang lewat gitu biasanya yang beli anak-anak. Mau dijual sore waktu orang-orang mencari makanan untuk berbuka juga ga laku, kalah ama penjual kolak, gorengan, es degan dan lain2. Udah mau lebaran lagi... mereka harus kerja keras bira dapat duit.

Yah.... yang sabar ya pak, tak doain laris manis. Aku yakin, banyak anak-anak yang merasa senang bisa membeli bolang baling waktu sahur kaya aku dulu. Bisa membuat anak anak senang itu sesuatu yang hebat pak. Semangat terus..... Tuhan memberkati.

Baru... baru... baru......

Hehe, dah berbulan bulan blog ini ga tersentuh. Maklum bozz, sibuk banget dan ga ada koneksi internet di kantor2 daerah. Ada juga sibuk dipakai ama team daerah jadi ga enak kalo mau pinjem. Nah, pas banget aku online lagi, aku sedikit permak blog ga berisi ini kekekeke. Yah... template yang lama khan udah amburadul, gambar di hostingnya juga udah ilang, makanya aku ganti sekalian ama template baru. Blog ini sekarang aku buang bagian shout boxnya, udah ga pantes lagi ama templatenya yang sederhana ini. Mau buat shout box lagi... lupa username di oggix, ya udah deh hehe. Pake blogger baru ternyata lebih mudah. Jadi pingin posting lagi neh kekeke. Kapan yah, males neh... kepala pusing kena dead line mlulu. Ini aja dari komputer admin semarang. Jadi pas di semarang aku inget kalo punya blog, ikut komunitas pulak, cuman ga pernah aktif lagi kekeke. Udah boss, jam 1 waktu jam kantorku. Harus pulang cepet2, weekend neh, nanti sore ada lomba gambar anak-anak di rumahku. Huh.... 17an tlah tiba. GBU all.